Memahami Konsep ISO Layer dan TCP/IP Layer

Memahami Konsep ISO Layer dan TCP/IP Layer

11 Agustus 2018 0 By ihsan

Memahamai Konsep Osi Layer dan TCP IP layer

A. KOMPETENSI

Memahami konsep Osi Layer dan TCP IP layer

Memahami konsep ip addres

memahami konsep subneting

B. SUB KOMPETENSI

Mampu menjelaskan konsep iso layer

Mampu menjelaskan tentang konsep pengalamatan Ipv4 dan Ipv6

Mampu menjelaskan tentang konsep subnetting

C. ALAT DAN BAHAN

Laptop

Modul

Internet

D. KESELAMATAN KERJA

Untuk memulai dan mengakhiri kerja, perhatikan setiap petunjunk operasional

Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya

E. LANGKAH KERJA

A) Ekspolarisi:

i OSI LAYER

1). Pengertian dan Fungsi Osi Layer

Pengertian Osi layer adalah mengirim pesan dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Proses

nya ini sangat kompleks, di tahun 1997 (ISO) mulai bekerja untuk membuat beberapa set

strandart untuk memfasillitas komunikasi jaringan.

Osi Layer ini merupakan metode paling luas yang di gunakan untuk menjelaskan

komunikasi jaringan.

2). Fungsi setiap Lapisan

A). Application

Fungsi pertama dari application layer adalah untuk pengumpul data dari segala

konten yang ditransmisikan melalui jaringan. Fungsi ini erat kaitannya dengan

application layer sebagai bagian dari lapisan atau layer pertama pada jaringan

komputer dan juga layer terakhir. Semua data yang sudah di transmisikan melalui

jaringan komputer kemudian akan dikumpulkan menjadi satu, sehingga nantinya

konten atau informasi tersebut akan ditampilakn di dalam bentuk aplikasi tertentu

menggunakan pemanfaatan dari application layer. Dengan adanya application layer,

maka seluruh proses pendefinisian dan juga proses pentransmisian dari konten dan

juga data didalam jaringan komputer sudah lengkap sepenuhnya.

Ini adalah protocol yang bekerja pada setiap appliacation layer :

1. DNS

DNS atau yang dikenal dengan kepanjangan Domain Name System merupakan salah

satu protocol yan gbekerja pada application layer. DNS merupakan sebuah protocol

yang berfungsi untuk memberikan sebuah nama bagi domain-domain tertentu, yang

berdasarkan IP Address. Dengan adanya DNS ini, maka IP address dari tiap tiap

komputer dapat didefinisikan dan juga diubah kedalam bentuk nama yang lebih

mudah dihafalkan dan juga diingat oleh user. Fungsi ini juga dikenal dengan fungsi

pendefinisian IP address.

2. HTTP

Protocol berkutnya yang bekerja pada application layer adalah protocol HTTP. HTTP

merupakan kependekan dari Hypertext Transfer Protocol, yang merupakan protocol

yang bertugas dan juga berfungsi untuk mengambil dan jug amemanggil sebuah

halaman di dalam situs web. Memang, kta sering mendengar istilah protocol HTTP

ini ketika akan menggunaka web browser untuk mengunjungi situs tertentu. HTTP

merupakan salah satu protocol penting yang digunakan dalam dunia jaringan

komputer, terutama jaringan internet.

3. SMPT / POP 3

SMTP merupakan kependekan dari Simple Mail Transfer Protokol, sedangkan POP 3

merupakan kependekan dari Post Office Protokol versi 3. Kedua protocol ini

merupakan protocol yang bekerja pada layer application, yang memiliki fungsi utama

untuk melakukan proses pengambilan surat elektronik atau email di dalam email

server. Kedua protocol ini biasanya banyak kita temui pada berbagai macam email

client, seperti Microsoft Outlook, Mobile Email Serveice pada perangkat telepon

pintar atau smartphone, dan client email lainnya yang digunakan secara umum.

4. FTP

FTP merupakan kependekan dari File Transfer Protocol. Dari namanya saja maka

sudah jelas bahwa protocol yang satu ini memiliki fungsi untuk melakukan prose

pentransferan file dari satu komputer ke komputer yang lain, yang terhubung ke

dalam satu jaringan.

5. DHCP

DHCP adalah protocol yang memiliki kepanjangan Dynamic Host Cpnfiguration

Protocol. DHCP ini merupakan salah satu protocol yang berfungsi untuk melakukan

proses konfigurasi terhadap alamat IP dan juga komputer di dalam sebuah jaringan

komputer.

6. TELNET

Telnet, merupakan kependekan dari Telecommunication Network, merupakan sebuah

protocol yang digunakan untuk melakukan remote acces, atau pengakesan jarak jauh

dari sebuah komputer dengan menggunakan jaringan komputer. Fungsi telnet sendiri

yang dapat menjalankan komputer dari jarak jauh ini menjadikan telnet memiliki

hubungan yang erat untuk menampilkan informasi meski dari operator yang dekat

maupun yang jauh.

Bernyatakan SUMBER : https://dosenit.com

B). Presenation

Fungsi dari Presentation Layer

1. Melakukan enkripsi data atau pesan

Presentation layer memiliki fungsi untuk melakukan proses enkripsi data.

Proses enkripsi data merupakan proses yang dilakukan untuk mengamankan

data dan pesan yang akan ditransmisikan untuk menjaga keamanan pesan atau

data tersebut. Ketika bertindak sebagai receiver, maka presentation layer

memiliki fungsi untuk melakukan deskripsi, yaitu membuka enkripsi dari

suatu pesan ataupun data.

2. Melakukan proses kompresi dan dekompresi

Sama seperti proses enkripsi dan dekripsi yang dilakukan sebelumnya, fungsi

kedua dari lapisan presentation layer pada OSI layer model ini berfungsi

untuk melakukan proses kompresi dan dekompresi. Proses kompresi

merupakan proses pemadatan atau pengecilan suatu data, sehingga data

tersebut dapat dengan mudah diteruskan ke dalam sebuah jaringan (yang

merupakan sebuah proses yang terjadi ketika presentation layer bertindak

sebagai transmitter).

Sedangkan proses dekompresi dilakukan untuk membuka dan memperjelas

data yang akan diterima dan akan diteruskan ke application layer. Proses ini

terjadi ketika lapisan presentation layer ini akan menerima data yang akan

ditampilkan pada application layer (proses user sebagai receiver data).

3. Melakukan proses pemformatan pada bentuk – bentuk grafis

Fungsi berikutnya dari presentation layer adalah sebagai pemformat bentuk –

bentuk grafis. Beberapa data ditransmisikan dalam bentuk grafis, atau

beberapa aplikasi mengharuskan sebuah data ditampilkan dalam bentuk

grafis, dan begitu pula sebaliknya. fungsi dari presentation layer adalah untuk

memformat bentuk – bentuk grafis yang masuk ke dalam jaringan tersebut

4. Mentranslasi konten yang ada

Selain melakukan proses pemformatan dalam bentuk – bentuk grafis, fungsi

dari lapisan presentation layer lainnya adalah untuk melakukan proses

translasi dari konten yang ada. Proses translasi ini dilakukan agar setiap data

atau konten yang disalurkan melalui jaringan dapat diidentifikasi dan

didefinisikan oleh tiap – tiap lapisan pada model OSI layer dan dimengerti

oleh keseluruhan jaringan.

5. Menyajikan data

Berikutnya, yang merupakan fungsi dari presentation layer yang cukup

penting adalah menyajika data. Presentation layer membantu menyejikan data

yang ada, baik ketika akan ditampilkan ke dalam layer application, maupun

ketika akan diteruskan ke lapisan session layer.

6. Menentukan tipe data yang ada

Setelah mampu menyajikan data, presentation layer juga memiliki fungsi

lainnya, yaitu untuk menentukan tipe data yang ada. Tipe data yang akan

ditransmisikan, baik yang ditransmisikan menuju application layer, ataupun

ditransmisikan menuju session layer didefinisikan oleh presentation layer.

Beberapa jenis tipe data yang didefinisikan oleh presentation layer ini adalah

tipe data berupa gambar, video dan juga text, kode enkripsi dari suatu data

hingga ekstensi dari sebuah data.

Presentation layer pada dasarnya mirip seperti sebuah pintu gerbang, yang

membuka jalan menuju ke application layer. Tanpa adanya presentation layer,

maka application layer akan mengalami kesulitan dalam menyajikan dan

menampilakn data ke dalam format aplikasi tertentu. misalnya saja, ketika

kita menerima data dalam bentuk gambar.

Application layer tidak akan dapat menampilkan gambar tersebut apabila

tidak mengetahui format yang dimiliki oleh gambar tersebut. Karena itulah,

presentation layer berperan sangat penting, karena dengan adanya

presentation layer, maka format dari gambar tersebut dapat didefinisikan dan

bisa ditampilakn dalam bentuk aplikasi tertentu.

(-) Protokol pada Presentation Layer

Sama seperti layer – layer lainnya pada model OSI layer, presentation layer

juga bekerja dengan menggunakan protocol. Salah satu contoh protocol yang

digunakan oleh presentation layer adalah VTP atau yang merupakan

kependekan dari Virtual Terminal Protokol. Virtual Terminal Protokol ini

berfungsi sebagai :

  • Pemeliharaan dari struktur data yang melewati presentation layer
  • Melakukan proses translating atau penterjemahan karakteristik terminal menjadi bentuk standar

Selain penggunaan VTP, presentation layer juga memberikan layanan

protocol lainnya. Layanan protocol yang diberikan oleh presentation layer

adalah enkripsi dan juga kriptografi.

Enkripsi merupakan proses yang dilakukan pada presentation layer untuk merubah

sebuah kode, dari kode yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa

dimengerti dan tidak bisa dibaca. Enkripsi bisa disamakan degnan apa yang kita

kenal dengan nama pengkodean atau chipper. Enkripsi dilakukan untuk membantu

mengamankan informasi dan juga data, agar tidak terlihat oleh orang lain atau pihak

lain yang tidak ada kaitannya dan tujuan utamanya adalah untuk mengamankan data.

Sedangkan layanan presentation layer yang kedua adalah kriptografi. Kriptografi

merupakan proses yang dilakukan untuk menentukan sperangkat parameter yang

dapat menentukan transformasi dari pengkodean yang mengatur proses baik enkripsi

maupun proses deskripsi.

Jadi secara garis besar, kriptografi ini digunakan untuk memproses enkripsi, yaitu

pengkodean suatu informasi atau data agar tidak mudah dilacak dan dilihat oleh

orang lain, dan juga sebaliknya, untuk memecahkan suatu kode, sehingga data dan

juga informasi tersebut kemudian bisa diakses dan juga bisa dilihat oleh orang lain.

Bernyatakan SUMBER :

https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/presentation-layer-jaringan-komputer

C). Session

1. Melakukan komunikasi pada sebuah jaringan.

Fungsi pertam dari session layer adalah melakukan dan membangun komunikasi di

dalam sebuah jaringan. Perlu kita ketahui bahwa salah satu hal yang penting

yangharus kita pahami di dalam sebuah jaringan adalah komunikasi. Tanpa adanya

komunikasi, maka sebuah jarignan tentu saja tidak akan dapat bekerja dan berjalan

dengan baik sebagaimana mestinya.

 

Karena itu, session layer merupakan bagian dari OSI layer yang membantu sebuah

jaringan melakukan komunikasi, sehingga jaringan tersebut bisa bekerja dengan baik

dan juga optimal sesuai dengan tujuan utama pembuatan jaringan tersebut.

2. Pembentukan hubungan

Setelah komunikasi pada sebuah jaringa mulai terbentuk, maka selanjutnya session

layer akan bertindak sebagai pembentuk suatu hubungan. Pembentuk hubungan ini

ditentukan oleh jenis komunikasi yang sudah didefinisikan sebelumnya. Pada saat

pemebntukan hubungan ini, maka node akan membentuk suatu kontak trentu dengan

jaringan, dan kemudian menyepakati aturan – aturan komunikasi yang sudah ada

pada saat pendefinisian komunikasi (proses paa fungsi session layer yang pertama).

3. Pemidahan dan pertukaran data

Fungsi berikutnya dari session layer adalah melakukan proses pemindahan data.

Pemindahan data yang terjadi pada layer session ini merupakan sebuah kondisi

dimana node – node yuang tersedia digunakan untuk melakukan proses dialog dalam

hal melakukan pertukaran data.

4. Pemusatan hubungan di dalam sebuah jaringan

Session layer juga merupakan lapisan yang memiliki eran dalam hal melakukan

pemutusan hubungan komunikasi dan juga koneksi. Ketika kita mengalami masalah

dalam melakukan koneksi karena koneksi yang terputus, maka bisa dipastikan

terdapat kesalahan dalam konfigurasi pada session layer di dalam jarignan tersebut.

Bernyatakan SUMBER :

https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/session-layer-jaringan-komputer

D). Transport

1. Menerima data dari session layer

Session layer adalah layer atau lapisan yang berjalan atau bekerja sebelum masuk ke

dalam transport layer. Setelah data melewati session layer, maka tugas berikutnya

dari transport layer adalah menerima segala bentuk data yang sudah melewati session

layer, untuk kemudian diproses lebih lanjut di dalam transport layer.

2. Memecah data menjadi bagian – bagiaan yang lebih kecil

Sebuah data terkadang terlalu besar untuk diteruskan di dalam sebuah sistem atau

siklus jaringan komputer. Karena itu, untuk dapat meneruskan sebuah data dengan

tepat dan baik, dibutuhkan sebuah proses pemecahan data, yang berguna untuk

mempermudah proses transmisi data dan mempermudah data agar bisa melewati

layer atau lapisan selanjutnya dengan lebih baik, optimal dan efisien.

3. Meneruskan data network layer

Setelah transport layer menerima data dari session layer, maka kemudian transport

layer akan memeceh data – data tersebut ke dalam bentuk paket data yang lebih

kecil. Setelah data diubah menjadi paket data yang lebih kecil, maka paket data

tersebut kemudian dikirimkan atau diteruskan ke dalam layer atau lapisan berikutnya,

yaitu network layer.

 

Pada saat paket data masuk ek dalam network layer, maka paket data tersebut akan

diberi header, sehingga tidak “tercecer” dan dapat disatukan kembali serta dideteksi

kesalahan dan kerusakan pada paket data tersebut.

4. Memastikan bahwa semua data dapat tiba di sisi lain nya dengan tepat

Karena merupakan lapisan atau layer yang berfungsi sebagai transport, alias

pembawa pesan, maka sudah pasti transport layer memiliki fungsi yang sangat vital

dalam membawa atau mengirim paket data. Transport layer berperan untuk

memastikan bahwa semua data atau paket data yang melewati lapisan transport layer

ini bisa tiba di sisi lainnya dari jaringan dengan tepat dan tidak salah sasaran. Atau

paling tidak, transport layer harus memastikan bahwa paket data bisa diteruskan

seluruhnya e lapisan atau layer erikutnya, yaitu network layer.

5. Memastikan realibilitas data

Transport layer memiliki fungsi sebagai pengetes realibilitas data. Dengan demikian,

maka setiap data yang sudah melewati transport layer pasti memiliki realibilitas yang

baik, sehingga dapat diteruskan ke lapisan berikutnya, dan prose koneksi akan

berjalan dengan baik.

6. Mengatur lalu lintas dari sebuah jaringan

Transport layer juga memiliki fungsi lainnya yang tentu saja tidak kalah penting.

Transport layer dapat membantu mengatur lalu lintas pada sebuah jaringan, terutama

pada jaringan yang sangat sibuk dan juga padat. Hal ini dilakukan oleh transport

layer untuk menghindarkan sebuah jaringan dari kondisi kemacetan jaringan.

Kemacetan jaringan tentu saja akan sangat mengganggu kinerja dari sebuah jaringan,

dan dapat memperlambat proses transmisi data yang ada.

Bernyatakan SUMBER :

https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/transport-layer-jaringan-komputer

E). Network

1. Menentukan tujuan data pada sebuah jaringan

Sebuah data dan juga paket data tentu saja memiliki tujuan. Tujuan dari paket data

tersebut adalah komputer lainnya yang juga sudah terhubung ke dalam jaringan.

Untuk dapat menentukan komputer mana yang akan ditransmisikan paket datanya,

maka network layer memiliki peran yang sangat penting. Network layer akan

menentukan kemana sebuah paket data akan ditransmisikan, sesuai dengan perintah

yang sdah diberikan kepadanya.

2. Mendefiniskan alamat IP

Untuk dapat menentukan komputer mana yang akan menjadi tujuan dan juga

menerima paket data yang akan ditransmisikan, maka network layer kemudian akan

mendefinisikan masing – masing alamat IP atau IP address. IP address merupakan

sebuah alamat unik yang dimiliki oleh setiap komputer yang terhubung ke dalam

suatu jaringan komputer.

 

Dengan begitu, nantinya network layer akan lebih mudah menentukan tujuan dari

paket data yang akan dikirimkan olehnya. IP address ini akan secara otomatis

didefinisikan dan dicari oleh network layer, sebagai alamat tujuan paket data

tersebut.

3. Membuat header pada peket – paket data yang ada

Header diibaratkan seperti sebuah ‘judul’ pada paket data. Dengan adanya header ini,

maka paket data (yang merupakan bagian atau fragmen dari sebuah data) akan

memiliki header tersendiri dan tidak akan terpecah belah. Misalnya, sebuah data

bernama X, akan dipecah ke dalam bentuk paket data, dengan masing – masing

header “X1, X2, X3, dst”.

 

Dengan adanya header ini, maka setiap paket data akan memiliki header yang sama,

sehingga ketika nantinya paket data akan disatukan kembali menjadi sebuah data

yang utuh, paket data tersebut dapat disatukan kembali dengan mudah, dan bisa

terdeteksi apabila ada paket data yang hilang ataupun mengalami kerusakan.

4. Melakukan proses routing

Proses routing merupakan proses pemberian rute dari sebuah paket data. Selain

membantu mendefinisikan IP address, network layer juga memilki fungsi yang

sangat penting untuk meneruskan paket data yang sudah ada menuju penerimanya

melalui rute – rute tertentu. namun demikian, rute – rute tersebut sudah terlebih

dahulu didefinisikan melalui apa yang kita kenal dengan nama tabel routing.

 

Dengan demikian tiap paket data akan dikirmkan ke alamt yang sudah didefinisikan

sebelumnya, sehingga dapat mencegah terjadinya salah alamat.

Bernyatakan SUMBER :

https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/network-layer-jaringan-komputer

D). Data Link.

1. Melakukan proses grouping secara logic

Fungsi pertama dari data link layer adalah melakukan proses grouping secara logic,

atau secara tidak terlihat. Proses grouping merupakan proses penyatuan dari beberapa

paket data ke dalam satu kesatuan paket data yang utuh. Perlu diketahui, ketika paket

data mulai berjalan melewati lapisan – lapisan OSI layer, maka paket data tersebut

akan terpecah – pecah menjadi beberapa bagian kecil. Tugas dari data link layer

inilah yang dapat melakukan proses groping atau penggabungan kembali pecahan

paket – paket data tersebut menjadi utuh kembali.

2. Menyediakan akese ke dalam media menggunakan MAC Address

Seperti sudah disinggung sebelumnya, dalam lapisan data link layer ini, terdapat

sebuah alamat fisik yan gkita kenal dengan nama MAC Address. MAC Address

merupakan sebuah kode alamat yang dicetak secara fisik, dana dibutuhkan untuk

melakukan prose pengiriman dan juga proses penerimaan data di dalam sebuah siklus

transmisi jaringan komputer. Dengan adanya data link layer, maka setiap proses

transmisi yang ada bisa memiliki akses terhadap MAC Address yang sudah ada

secara fisik.

3. Mendeteksi kesalahan pengiriman dan penerimaan paket

Bukan tidak mungkin ketika proses transmisi data terjadi, terdapat beberapa

kesalahan, seperti kesalahan pemecahan data menjadi paket data, ataupun kesalahan

dalam pengiriman data dan proses penerimaan data. Nah, sudah merupakan fungsi

dari data link layer untuk melakukan proses pendeteksian dan juga proses

pengkoreksian kesalahan yang terjadi pada proses transmisi data tersebut.

 

Data link layer akan mendeteksi apabila terjadi kesalahan pengiriman data yang

melalui lapisannya, dan kemudian melakukan koreksi secara otomatis, sehingga

paket data tetap akan ditransmisikan tanpa kesalahan sedikitpun.

4. Menggabungkan paket data kedalam byte.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ini merupakan kelanjutan dari fungsi

grouping yang dilakukan oleh data link layer. Fungsi berikutnya dari data link layer

adalah untuk mengabungkan bentuk – bentuk paket data menjadi kesatuan yang utuh,

mulai dari paket data menjadi bentuk byte, hngga menggabungkan byte – byte yang

ada menjadi sebuah bentuk frame.

Bernyatkan SUMBER :

https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/data-link-layer-jaringan-komputer

E). Physical

1.Physical layer akan berhubungan langsung dengan hardware jaringan

Fungsi pertama dari physical layer adalah menjadi layer atau lapisan penghubung

yang menghubungkan langsung sebuah jaringan komputer dengan perangkat keras

jaringan komputer. Dengan fungsinya sebagai penghubung inilah, maka physical

layer merupakan sebuah lapisan yang membantu menghubungkan semua sistem

jaringan yang telah melewati layer-layer sebelumnya ke dalam perangkat keras

jaringan komputer.

 

Berikut ini adalah beberapa macam perangkat keras jaringan yang nantinya akan

terhubung ke dalam physical layer :

2. Physical layer membantu melakukan definisi terhadap media transmisi jaringan

Fungsi berikutnya dari physical layer adalah untuk melakukan definisi tehadap media

transmisi jaringan. Ya, dalam suatu jaringna atau network, dibutuhkan medi-media

yang harus didefinisikan terlebih dahulu, agar nantinya informasi yang mengalir pada

jaringan tersebut bisa diterima di kompute user, dan ditampilkan, sehingga user dapat

memahami isi dari informasi tersebut.

 

Tanpa adanya physical layer, maka transmisi jaringna tidak akan berjalan dengan

baik, karena media yang ditransmisikan tidak mampu untuk didefinisikan, dan

kompouter user tidak dapat memberikan informasi mengenai media yang

ditransmisikan.

3. Physical layer melakukan definisi terhadap metode persinyalan yang akan digunakan dalam proses transmisi

Selain melakukan proses definisi terhadap media yang digunakan dalam proses

transmisi jaringan, physical layer juga memiliki fungsi lainnya, yaitu untuk

membantu mendefinisikan metode persinyalan yang akan digunakan dalam proses

transmisi data di dalam jaringan. Dengan begitu, physical layer nantinya akan

membantu mendefinisikan bagaimana data dan juga informasi akan ditansmisikan ke

dalam dan melalui jaringan komputer. Dengan begitu, setiap data dan juga informasi

nantinya akan dapat dengan mudah ditransmisikan, karena sudah ditentukan terlebih

dahulu, baik media, maupun metode yang digunakan untuk mentransmisikan data.

4. Melakukan proses sinkronisasi terhadap bit data

Fungsi berikutnya dari physical layer adalah melakukan proses sinkronisasi terhadap

bit data. Hal ini berarti physical layer akan melakukan sinkronisasi data yang

dikirmkan dan juga data yang diterima, apakah memang berasal dari pengirim yang

sama, dan juga memiliki isi yang sesuai degnan apa yang sudah dikirimkan

sebelumnya. Hal ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk memastikan bahwa

data yang akan diterima atau dikirim sudah sesuai, mulai dari isi, format, hingga

segala bagian dari bit – bit yang sudah ditransmisikan di dalam sebuah jaringan.

5. Melakukan pengaplikasian terhadap topologi jaringan komputer yang digunakan

 

Fungsi berikutnya dari physical layer adalah mengaplikasikan penggunaan topologi

jaringan komputer yang digunakan pada jaringan tersebut. Seperti kita ketahui,

sebuah jaringan komputer haruslah memiliki sebuah topologi yang membantu proses

transmisi data agar berjalan degan lancar dan juga normal. Dengan adanya physical

layer, maka proses transmisi data akan berjalan dengan baik, dan pengaplikasian dari

topologi jaringan komputer akan menjadi lebih optimal.

6. Mendefinisikan LAN Card

Physical layer juga memiliki tugas yang tidak kalah penting, yaitu membantu

medefinisikan LAN Card yang digunakan dalam sebuah jaringan komputer. Karena

memang merupakan layer atau lapisan yang berkaitan dengan perangkat keras

jaringan komputer, maka sudah pasti NIC atau LAN Card ini juga berkaitan dengan

physical layer.

7. Physical layer mampu untuk berkomunikasi secara langsung dengan berbagai jenis media transmisi

Fungsi lainnya dari physical layer adalah melakukan proses komunikasi secara

langsung dengan berbagai jenis media transmisi yang ada. Setiap media transmisi

yang terhubung ke dalam sebuah jaringan, semuanya akan melewati physical layer.

8. Physical layer menentukan kebutuhan listrik, prosedural dan fungsional dari jaringan komputer

Physical layer, selai berkaitan dengan berbagai macam perangkat keras jaringan

komputer, juga memiliki fungsi lainnya untuk menentukan kebutuhan dari sebuah

jaringan, seperti kebutuhan akan listrik dalam suatu jaringan, kebutuhan procedural

dan juga kebutuhan – kebutuhan fungsional dari sebuha jaringan komputer yang

diaplikasikan tersebut.

9. Dapat melakukan proses penonaktifan hubungan fisik antar sistem

Ketika kita akan menghubungkan sebuah komputer dengan sebuah jaringan, maka

kita membutuhkan suatu proses mengaktifkan dan juga menonaktifkan hubungna

fisik. Untuk melakukan proses penonaktifan hubungan fisik antar sistem ini, maka di

gunakanlah sebuah proses yang melibatkan kemampuan dari physical layer.

10. Melakukan proses pemindahan bit antar device atau alat

Physical layer juga berfungsi untuk melakukan proses pemindahan bit yang berada

atau ditransmisikan melalui jaringan, antar device atau antar alat yang ada. Jadi,

setiap perpindahan bit di dalam suatu jaringan, semuanya melewati lapisan yang kita

kenal dengan nama physical layer ini.

Bernyatakan SUMBER :

https://dosenit.com/jaringan-komputer/teknologi-jaringan/fungsi-physical-layer

3). Jenis Encapsulasi atau jenis PDU pada setiap layer.

a). Encapulasi

Encapulasi merupakan proses penambahan header komunikasi pada informasi,

terjadi pada saat pengiriman informasi.

b). Decapsulasi

Decapsulasi proses pelepasan header komunikasi dari informasi. Yang terjadi pada

proses penerimaan informasi

(-) Packet Data Unit (PDU)

PDU di osi Model :

1. Di layer 1 (Physical Layer) packet Data Unit-nya di sebut Bitstream.

2. DI layer 2 (Data link Layer) Packet Dat Uni-nya di sebut Frame

3. DI layer 3( Network Layer) Packet Dat Uni-nya di sebut Packet

4. Di layer 4 (Transport Layer) Packet Data Unit-nya segment untuk TCP atau

Datagram untuk

4). Jenis Perangkat yang bekerja pada setiap layer

Perangkat yang bekerja pada osi layer ada 6 jenis di antarnya :

(-) Bridge -> berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi sebagai untuk memecah suatu jaringan yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil.

(-) Switch -> Berfungsi sebagai menerima sebuah informasi dari berbagai sumber yang tersambung dengannya.

(-) Router -> Membagi atau mendistribusikan IP address baik itu secara stastis maupun DHCP

(-) HUB -> Dapat menambahkan jarak network atau dapat di fungsikan sebagai repeater juga

(-) NIC -> Sebagai media yang pengirimkan data ke komputer yang lain di dalam jaringan

(-) Advanced Cable Tester.

5). Jenis protocol pada setiap layer

(-) Application Layer

(-) Presntation Layer

(-) Transport Layer

(-) Network Layer

(-) Session Layer

(-) Datalink Layer

(-) Physical Layer

ii. TCP/ Ip Model

1. Pengertian dan fungsi

Pengertian TCP/IP adalah merupakan perangkat lunak jaringan komputer yang

terdapat dalam satu sistem dan kemungkinan komputer satu dengan komputer yang

lain dan dapat menstransfer data dalam satu grup network/jaringan. TCP singkatan

dari Transmission Control dan ip singkatan dari internet Protocol, TCP/IP menjad

satu nama kerna fungsi nya selalu bergandengan satu sama lain dalam komunikasi

data.

2. Lapisan

Lapisan TCP/Ip terdiri dari 4 lapisan layer.

(-) Network Access Layer -> Bertanggung Jawab untuk mengirim dan menerima data media fisik

(-) Internet Layer -> Betanggung jawab dalam proses pengirimam ke alamat yang tepat

(IP,ARP, dan ICMP).

iii. IP addres, pada Ipv4 dan Ipv6

1. Format Penulisan

DI dalam format penulisan Ipv4 dan Ipv6 dalam Ip addres yaitu :

A). Ipv4 Address

Internet Protocol atau yang kita sebut dengan kata IP. Di Ipv4 ini terdiri dari 32 bit

yang membatasi ruang alamat hingga (232) yang berisikan masing-masing alamat

yang unik, Ipv4 ini memiliki cadangan beberapa alamat untuk tujuan khusus

seperti jaringan pribadi (18 juta alamat) atau alamat multicast (270 juta

alamat).

Ipv4 ini di representasikan dalam notasi dot-desimal, yang terdiri dari empat angka

desimal, masing mulai 0 sampai 255, yang di pisahkan oleh titik, misalnya,

172.16.255.1. Setiap bagian mewakilikelompok 8 bit (oktet) alamat. Beberapa

kasus penulisan teknis, alamat Ipv4 dan di sajikan dalam berbagai

heksadesimal, oktal, atau representasi biner

B). Ipv6 Address

Penyebab kekurangan pada tempat ruang, Pihak IETF (Internet Engineering Tack

Force)

meneksplorasi teknologi baru untuk memperluas kemampuan menangani masalah

tersebut di internet.

Pada tingkat ini, tingkat pemanfaatan alamat yang sebenarnya akan menjadi kecil

pada

setiap segmen jaringan IPv6. Desain baru ini juga memberikan kesempatan

untukmemisahkan infrastruktur pengalamatan segmen jaringan, yaitu pemerintah

daerah ruang yang tersedia segmen, dari awalan pengalamatan yang digunakan

untuk lalu lintas ke dan dari jaringan eksternal. IPv6 memiliki fasilitas yang

secara otomatis mengubah awalan routing seluruh jaringan, harus konektivitas

global atau perubahan kebijakan routing, tanpa memerlukan desain ulang

internal maupun penomoran ulang manual.

2. Pembagian kelas

Jadi Pembagian kelas ini di bagi 5 kelas. Di antara nya

(1) Kelas A -> 1-126 1-255 1-255 1-255

(2) Kelas B -> 128-192 1-255 1-255 1-255

(3) Kelas C -> 192-223 1-255 1-255 1-255

(4) Kelas D -> 224-239 1-255 1-255 1-255

(5) Kelas E -> 240-255 1-255 1-255 1-255

(1.1) Kelas A : menggunakan 7 bit alamat network 224 bit untuk alamat host

Format : 0pppppp jjjjjjjj jjjjjjjj jjjjjjjj

Identifikasi : bit pertama 0

Panjang Net ID : 8 bit

Panjang Host ID : 24 bit

Byte pertama : 0 – 127

Jumlah jaringan : 126 kelas A ( dari 127 di cadangkan)

Range IP : 1.zzz.zzzz.zzz sampai 126.zzz.zzz.zzz

Jumlah Ip : 16.777.214 alamat IP pada setiap kelas A

(2.1) Kelas B : Menggunakan 14 bit alamat Network 16 bit untuk alamat host

Format : 0pppppp kkkkkkkk kkkkkkkk

Identifikasi : 2 bit pertama 10

Panjang Net ID : 16 bit

Panjang Host ID : 16 bit

Byte Pertama : 128 – 191

Jumalah jaringan : 16.384 kelas B

Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx

Jumalah Ip : 65.532 alamat IP pada setiap kelas B

(3.1) Kelas C : Menggunakan 21 bit alamat network dan 8 bit untuk alamat host

Format : 0mmmmmmm nnnnnnnnnnn bbbbbbbbb hhhhhhhh

Identifikasi : 3 bit pertama nilai 110

Panjang Net ID : 24 bit

Panjang Host ID : 8 bit

Byte pertama : 192 – 223

Jumlah Jaringan : 2.097.152 kelas C

Range Ip : 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx

Jumlah Ip : 254 alamat IP pada setiap kelas C

(4.1) Kelas D : Khusus untuk Alamat ini di gunakan sebagai multicast

Format ; 1110mmmm mmmmmmmm mmmmmmmm mmmmmmm

Identifikasi : 4 bit pertama 1110

Bit cadangan : 28 bit

Byte inisail : 224 – 247 bit

Deskripsi : Kelas D merupakan ruang alamat multicast (RFC 1112)

(5.1) Kelas E : Di gunakan untuk selanjutnya atau seterus nya.

Format : 1111tttt yyyyyyyy yyyyyyyy

Identifikasi 4 bit pertama 1111

Bit cadangan : 28 bit

Byte inisal : 248 – 255

Deskripsi : kelas E adalah ruang alamat yang di cadangkann untuk keperluan eksprimental

3. Pengertian clasfull dan classles

A). Classfull

Classfull adalah IP yang di bagi menurut kelasnya. Ada lima kelas yang berbeda

dan ini adalah kelas yang berpengaruh terhadap ukuran jaringan.

Contohnya : 5 Kelas A,B,C,D, dan E misalnya kelas A – C yang di gunakan jaringan

unicast, kelas D di gunakan untuk jaringa multicast, dan kelas E di persiapkan untuk

penggunaan di masa mendatang, yang untuk di indentifikasi kelas dapat di uaraikan

seperti ini.

(A) = 1 bit pertama Ip Address nya adalah 0

(B) = 2 bit pertama Ip Address nya adala 10

(c) = 3 bit pertama Ip Address nya adalah 110

(D) = 4 bit pertama Ip Addres nya adalah 1.110

(E) = 4 bit pertama Ip Addres nya adalah 1.111

B). Classless

Classless ini dapat menyerderhanakan tabel routing carnya satu tabel routing dapat

untuk beberapa jaringan sehingga menghemat penggunaan kapasitas router dalam

membuat tabel routing.

Format Pengalamatan nya adalah di beri tanda slash (/) di belakang. Contohnya

adalah seperti ini

Contoh : 192.168.10.1(/)26

Ip Classles juga dapat di artikan menjadi (“Pengalamatan Ip Tanpa Mengenal Kelas”)

Yaitu dengan cara menggunakan Classless-Inter Domain Rouing (CIDR).

4. IP Private dan IP Publik

(-) IP Private

IP Private adalah Ip yang di gunakan dalam jaringan yang tidak terhubung ke

internet, tapi bisa juga terhubung dengan internet melalui NAT. Jadi Ip Private

itu adalah telepon lokal di dalam perusahaan seperti kantor atau hotel yang

bisa di buat teleponan gratis dalam satu gedung. Misalkan ada orang yang

mau telepon dari ruangan nya, ia harus lewat operator dulu (NAT) di

karenakan nomor public nya cuman 1 (hunting).

Ip private ini juga bersifat pribadi dan lokal, IP ini hanya di gunakan sebagai

identifikasi komputer pada jaringan tertututp yang bersifat pribadi.

(-) IP Public

IP public ini di tugaskan untuk setiap komputer yang terhubung pada internet

di mana setiap IP adalah unik. Maka tidak akan bisa ada dua komputer

dengan alamat IP publik yang sama dalam seluruh internet. Skema nya

kemumungkinan komputer untuk menemukan satu sama lain dan melakukan

pertukaran informasi.

Alamat IP publik di tugaskan untuk untuk komputer oleh Internet Service

Provider secara langsung setelah langsung komputer terhubung ke gateway

Internet.

Kelebihan nya dapat di kenali dalam iternet dengan mudah, sebab langsung

terhubung dangen internet tanpa perlu membutuhkan proxy tertentu, secara

khusus, atau di itranlasikan lwat NAT

5. Network ID

Network ID adalah bagian dari IP Address yang menunjukan di jaringan nama

komputer tersebut berada sedangkan host ID menunjukan workstation, server, router,

dan semua host TCP/IP lain nya dalam jaringan tersebut.

Network ID di gunakan untuk menunujukan host TCP/IP yang terletak pada jaringan

yang sama. Jadi semua host yang pada satu jaringan harus memilik network ID yang

sama. Contoh network ID untuk jaringan ini adalah 192.168.1.

Network Id juga adalah identitas dari suatu kelompok Ip Address / Subnet. Dan

merupakan bagian dari IP address yang menunukan letak network nya atau jaringan

dari suatu IP address.

Fungsi dari Network ID adalah menunujukan di jaringan mana perangkat kamu

perangkat atau host kamu tersebut berada. Atau sebagai indikasi bahwa perangkat

kamu tersebut lokasinya di jaringan mana seperti itu

6. Netmask

Netmask adalah pengelompokkan atau pengalamatan, atau terkadang di kenal

sebagai subnetmask. Besar nya sama dengan nomor ip yaitu 32 bit. Dari 5 kelas yang

hanya di gunakan hanya 3 kelas. Dan jetiga kelas itu mempunyai subnetmask seperti

ini

(-) Class A. Nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0

(-) Class B. Nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0

(-) Class C. Nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0

Gabungan dari IP dan netmask lah yang menjadi pengalamatan

sebuah komputer, dan kedua ini tidak bisa terlepaskan. Dan juga, suatu nomor IP dan

Nomor Ip tetangga itu di anggap satu kelompok atau satu jaringan.

7. Broadcast

Broadcast adalah suatu metode pengirim data, yang di mana data tersebut di krim ke

banyak titik sekaligus, tanpa melakukan pemeriksaan atau pengecekan apakah titik

tersebut siap atau tidak, atau tanpa memperhatikan apakah data tersebut sampai pada

tempat nya atau tidak.

Broadcast juga proses pengiriman data sinyal ke berbagai lokasi secara bersaamaan

baik itu melalui satelit, televisi, radio, komunikasi data pada jaringan dan lain nya.

Broadcast juga bisa didefinisikan sebagai layanan server client yang meyeberkan

data-data kepada beberapa client sekaligus dengan cara paralel dengan akses yang

cukup cepat dari sumber vidio atau sumber vidio

iv. Subnetting

1. Pengertian dan fungsinya

(-) Pengertian Subnet

Subnet adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang

lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk di

jadikan Network ID baru. Subnetting dapat di lakukan pada

IP address kelas A, Ip Address kelas B dan Ip adress kelas

C. Dengan subneting akan menciptakan beberpa network tambahan, tapi

akann mengurangi jumlah

maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut

(-) Fungsi Subnet

fungsi subneting antara lain sbb :

1. Mengurangi Lalu lintas jaringan, Sehingga data yang lewat di perusahaan

tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.

2. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan

3. Pengelolaan yang di sederhanakan.

4. Membantu Pengembangan Jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.

2. Perhitungan subnet

Perhitungan subnet bisa di lakukan dengan dua cara , cara binary yang relatif lambat

dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekat nya semua pertanyaan tentang

subnetting akan berkisar di empat masalah yaitu :

1. Jumlah Subnet

2. Jumlah Host per Subnet

3. Blok Subnet.

4. Alamat Host – Broadcast

Penulisan IP Address pada umunya adalah dengan 192.168.1.2. Namu ada yang di

tulis seperti ini 192.168.1.2/24. Artinya apa? Artinya bahwa Ip 192.168.1.2 dan

subnet mask 255.255.255.0 kenapa bisa seperti itu? Karena /24 itu di ambil dari

perhitungan bahwa 24 bit subnet mask di selubung dengan binar,